“Halo, Selamat Pagi? Perkenalkan saya Ratih dari brand C, kebetulan kami ingin menawarkan promo berupa produk terbaru kami kepada bapak/ibu.” Apakah Anda pernah menerima telepon dengan dialog yang serupa?Jika pernah, itu adalah salah satu kegiatan yang disebut dengan telemarketing. Namun, apa yang dimaksud dengan telemarketing? Jika ditinjau dari kegiatannya, telemarketing adalah aktivitas yang sering dilakukan dengan komunikasi menggunakan telepon. Namun, apakah proses komunikasi yang dilakukan hanya via panggilan telepon?
Artikel di bawah ini akan mengulas tentang telemarketing, tugas telemarketer, hingga skill untuk menjadi telemarketer.
Pengertian dari Telemarketing
Secara umum, telemarketing adalah salah satu teknik pemasaran yang kegiatannya menyalurkan informasi dan menawarkan produk melalui telepon kepada konsumen atau calon konsumen.
Sedangkan telemarketer adalah orang yang melakukan telemarketing untuk meraih calon konsumen. Pada umumnya telemarketing hampir terdapat di semua jenis industri, mulai dari perbankan, asuransi, hingga telekomunikasi. Adapun yang ditawarkan pun juga bervariasi mulai dari, produk dan jasa, layanan asuransi, hingga layanan perbankan.
Tugas dan Tanggung Jawab Telemarketer
Sumber: pexels.com
Telemarketer tidak hanya bertugas melakukan panggilan kepada konsumen melainkan juga, melaksanakan tugas lainnya dalam telemarketing. Berikut ini enam tugas dan tanggung jawab telemarketer.
1. Melakukan Panggilan via Telepon kepada Calon Konsumen
Pekerjaan utama dari telemarketer adalah melakukan panggilan kepada konsumen via telepon. Ia harus pintar dalam melakukan persuasi sehingga konsumen mau mendengarkan sampai akhir penjelasannya. Nah, cara tersebut dapat dilakukan apabila telemarketer mampu mematuhi panduan yang tertera di dalam perusahaan. Panduan tersebut biasanya mulai dari awalan, isi informasi hingga cara mengakhiri pembicaraan.
2. Menjawab Pertanyaan dan Panggilan dari Konsumen
Poin kedua dari tugas telemarketer adalah menjawab pertanyaan konsumen. Saat konsumen tertarik dengan dialog maka telemarketer harus menjelaskannya secara detail dan rinci. Mulai dari harga, kelebihan, manfaat, dan lainnya. Oleh karena itu, ketika menjawab pertanyaan tersebut telemarketer harus fokus kepada konsumen agar mudah dalam mengemukakan jawaban. Selain itu, nantinya telemarketer juga akan melayani berbagai macam panggilan dari pelanggan seperti, komplain dan order produk.
3. Menyusun Daftar Konsumen yang Telah Dihubungi
Setelah memberikan informasi dan penawaran, telemarketer bisa mengetahui mana saja calon konsumen yang tertarik atau tidak dengan produk yang ditawarkan. Telemarketer wajib bisa menyusun daftar dari para calon konsumen tersebut. Sehingga bisa memahami konsumen mana saja yang dapat dikontak ulang.
4. Mengelola Catatan Kontak Konsumen
Selain melacak konsumen, telemarketer juga bertanggung jawab untuk mengelola catatan kontak konsumen. Apabila catatan tersebut, telemarketer mudah untuk menemukan kontak konsumen yang tertarik atau pernah membeli produk yang ditawarkan. Hal ini menjadi penting agar nantinya konsumen mau melakukan repeat order.
5. Melakukan Survei
Survei ini penting dilaksanakan supaya mendapatkan informasi tentang konsumen potensial. Jika potensial, besar harapan bagi telemarketer untuk menghubunginya kembali. Selain itu, survei ini dapat meningkatkan layanan berdasarkan feedback yang diterima langsung dari konsumen yang pernah dihubungi.
3 Skill untuk Menjadi Telemarketer
Setelah mengetahui tugas dan tanggung jawab telemarketer, perusahaan perlu memahami apa saja skill yang harus dimiliki telemarketer yaitu:
1. Marketing
Hal pertama yang wajib dikuasai oleh telemarketer adalah kemampuan marketing. Ia perlu mengetahui demografi calon konsumen (usia, pekerjaan, gender, dan lainnya) agar selektif dalam melakukan panggilan. Selain itu, telemarketer harus memahami target pasar dari bisnis perusahaan agar strategi pemasaran yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar.
2. Kemampuan Komunikasi yang Baik
Skill kedua wajib dimiliki oleh telemarketer adalah komunikasi yang baik. Hal ini dapat menjadi kunci lancarnya dialog hingga proses penawaran produk. Dari beberapa kemampuan tersebut, dua hal yang perlu telemarketer ketahui dalam mempersuasi konsumen.
Menggunakan Nada yang Tepat dalam Berbicara
Sebagian besar telemarketer menggunakan nada bicara yang cepat sehingga sering kali terdengar sama. Oleh karena itu, telemarketer perlu mengatur nada bicara agar dialog lebih lancar serta mengalir.
Dapat Membangun Dialog yang Nyaman dengan Konsumen
Gunakan hal-hal yang sederhana untuk mengawali dialog seperti pertanyaan kabar agar konsumen merasa nyaman. Maka dari itu, agar telemarketer lancar dalam membangun dialog, perlu melakukan riset yang mendalam dan detail.
3. Keterampilan Mengelola Waktu
Selain memiliki skill komunikasi, telemarketer wajib bisa mengelola tugas-tugas yang dilakukan dengan baik. Seperti mencatat data konsumen, memeriksa email, dan melakukan panggilan telepon. Salah satunya adalah melakukan panggilan ketika waktu tidak sibuk. Tentunya telemarketer harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum berdialog.
Ketika memahami bagaimana menjadi telemarketer yang baikmaka ia harus menjalankan tugas telemarketing dengan tepat. Sebab, telemarketer memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan bisnis perusahaan. Agar bisnis dapat berkembang, kolaborasikan bisnis bersama R1. Sebagai bagian dari RUN System, R1 mampu menangani semua proses pemasaran dan segmentasi pasar hingga mengkonversinya ke pendapatan penjualan.