Untuk pebisnis, memahami berbagai istilah dalam dunia tersebut menjadi sebuah keharusan. Tidak sedikit istilah yang memiliki makna penting, seperti misalnya wholesale. Wholesale adalah istilah untuk tindakan yang dilakukan seller akan melakukan transaksi berjumlah besar dari produsen, dengan harga yang sudah didiskon.
Tapi apakah pembahasan wholesale hanya sebatas pada itu saja? Tentu tidak.
Dalam artikel ini, Anda akan disuguhkan informasi mengenai pengertian dari wholesale, kemudian jenis pada transaksi atau tindakan ini, manfaat, hingga strategi penerapannya agar bisa berhasil dengan baik.
Seperti sedikit dibahas di bagian awal tadi, wholesale adalah tindakan seller akan melakukan pembelian barang dalam jumlah yang sangat besar dari produsen, dengan harga yang lebih murah karena sudah didiskon.
Seller kemudian menjual barang hasil pembelian tersebut ke retailer dengan harga yang lebih tinggi, sesuai dengan target keuntungan yang ingin diperoleh seller.Hal serupa juga dilakukan retailer, dengan menjual barang di harga lebih tinggi ke pelanggan akhir.
Dasar dari penerapan strategi bisnis ini adalah pengamatan pada tren yang tengah digandrungi masyarakat. Ketika tren telah berhasil diamati, maka wholesale dapat dieksekusi dengan potensi keuntungan yang tinggi.
Pihak yang melakukan taktik ini, disebut juga dengan wholesaler, dapat pula memberikan produk dengan harga diskon pada retailer ketika kesepakatan didapatkan. Meski demikian, dapat dipastikan harga yang diberikan ini tetap lebih tinggi sebab wholesaler akan menetapkan margin tertentu pada barang agar memperoleh keuntungan.
Pada dasarnya, model bisnis ini tidak memerlukan proses produksi dan pengemasan, sebab wholesaler hanya membeli produk dan menjualnya kembali pada retailer. Retailer yang kemudian bertugas melakukan pengemasan saat akan dijual kembali.
Bagian Kedua, Mengenali Jenis Bisnis Ini
Sumber: freepik.com
Setidaknya, terdapat tiga jenis bisnis model wholesale ini. Pertama adalah broker, kemudian merchant wholesaler, dan terakhir salesand distribution. Ketiganya memiliki karakter dan kekuatannya masing-masing, sehingga jika Anda berminat mencobanya harus didasari dengan analisis yang tepat dan cermat.
Berikut penjelasan ketiganya.
1. Broker
Model broker ini termasuk salah satu yang sering digunakan. Jenis ini tidak memiliki produk untuk dijual, dan sifatnya berada di tengah antara wholesaler dan klien-klien atau retailer yang dimilikinya. Broker kemudian akan bertugas melakukan negosiasi dan membuat kesepakatan terbaik antara dua pihak tersebut, dan memperoleh komisi atas upayanya mencapai kata deal dari dua pihak ini.
2. Merchant Wholesaler
Jenis kedua disebut dengan merchant wholesaler, yang melaksanakan pembelian produk dalam jumlah besar untuk dijual dalam jumlah yang lebih kecil namun harga yang lebih tinggi. Pemahaman mendalam mengenai produk yang akan dibeli memungkinkan mereka tidak perlu melakukan proses produksi, mengamati tren dan apa yang diinginkan pasar menjadi kegiatan utamanya. Timing yang sempurna juga jadi kunci untuk menjual barang ini ke retailer yang telah menjadi jaringannya.
3. Sales and Distribution
Jenis ketiga sering digunakan di toko online yang cukup populer belakangan ini. Sistem yang digunakan adalah merekrut orang untuk secara aktif mewakili wholesaler pada produsen dan retailer yang telah dikenal. Metode ini pada akhirnya akan mendorong produsen untuk dapat menjangkau wholesaler jika ingin menawarkan produk yang dimilikinya.
Ketiga, Terkait Manfaat dari Bisnis Wholesale
Sumber: freepik.com
Sampai pada bagian ketiga, membahas mengenai apa saja manfaat model bisnis ini. Jelas, pertama dan utama adalah memperoleh keuntungan dengan tingkat yang sangat tinggi. Namun di samping itu, terdapat beberapa manfaat lain yang juga dapat dirasakan oleh pebisnis.
Bisnis ini cukup fleksibel, artinya Anda dapat mengatur jadwal dengan lebih mudah menyesuaikan dengan tren dan permintaan pasar yang sudah diperhitungkan
Model bisnis ini akan terus mendorong Anda untuk menjadi lebih efisien pada setiap tahapan yang dilakukan. Semakin efisien tahapan bisnis yang berjalan, maka semakin tinggi keuntungannya
Anda tidak perlu merepotkan diri dengan urusan penyimpanan persediaan yang tidak terjual, karena secara praktis barang yang dipesan berdasarkan pada penjualan yang dilakukan
Bisnis Anda tidak perlu mengeluarkan biaya produksi besar dan biaya pengemasan, semua ini telah dilakukan pihak lain yang ada di jaringan bisnis Anda
Eksposur bisnis yang Anda miliki di pasar akan meningkat karena jaringan bisnis yang dimiliki saling bekerja sama
Nah untuk tips yang bisa dibagikan sendiri jumlahnya sebenarnya tidak terlalu banyak, namun dijamin ampuh jika Anda mengeksekusinya dengan cermat.
Pertama, jalin hubungan baik dengan retailer yang Anda miliki. Pelanggan Anda ini akan terus loyal jika hubungan baik terjaga dan mereka mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan
Kedua, berikan benefit, berupa diskon, penjualan paket tertentu, atau jenis benefit lainnya. Dengan demikian loyalitas akan meningkat, dan penjualan wholesale Anda terus terjaga
Ketiga, rambah segmen online dari retailer yang potensial. Jangan ragu untuk menjangkau retailer yang potensial di bisnis online, untuk melebarkan sayap bisnis Anda
Pengelolaan bisnis wholesale adalah hal yang memerlukan ketelitian dan kecermatan, sehingga data dari retailer dan produsen bisa dijaga dan menjadi aset jangka panjang. Jelas, hubungan baik dengan kedua pihak ini juga wajib terus dijaga dengan komunikasi yang optimal. Untuk membantunya, Anda dapat menggunakan produk dari R1, yakni Sales & Distribution Management.
Sales & Distribution Management dari R1
Dikenal luas sebagai salah satu produk terbaik di segmen ERP, R1 menyediakan produk Sales & Distribution Management untuk keperluan pengelolaan bisnis Anda. Jelas, bisnis wholesale adalah salah satu bisnis yang dapat dibantu pengelolaannya dengan produk dari R1 ini. Dengan mengoptimalkan semua fiturnya, bisnis Anda akan berjalan lebih mulus dan keuntungan lebih tinggi. Segera gunakan produk R1 sekarang, dan kembangkan bisnis Anda bersama kami!